- Tantangan membaca
Program yang memberikan tantangan kepada siswa untuk membaca sejumlah buku dalam jangka waktu satu bulan. Setelah menyelesaikan bacaan, siswa membuat ulasan (review) sebagai bentuk refleksi dan pemahaman terhadap isi buku. Siswa dengan jumlah bacaan dan kualitas review terbaik akan mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi literasinya.
- Siswi dan Guru Membaca Mandiri
Siswa dan guru di SMP Tashfia masing-masing mempunyai program membaca mandiri, yang berbeda hanya bacaan bukunya saja.
Dalam program ini, siswi wajib membaca 10 buku dalam satu tahun pelajaran. Siswi mencatat apa yang dibaca ke dalam buku jurnal literasi dan membuat review hasil membaca. Siswi yang telah menyelesaikan membaca buku akan mendapatkan daun literasi yang akan ditempel di pohon geulis kelas masing-masing. Buku bacaan siswi terdiri dari 4 buku wajib dan 6 buku pilihan non fiksi.
Dalam program membaca mandiri guru membaca 4 buku wajib yang isinya lumayan serius dan tebal. Sama dengan siswa guru juga mencatat bacaan ke link jurnal literasi. Baik siswa dan guru yang membaca terbanyak akan mendapatkan apresiasi setahun sekali.
- Ustadzah Berkisah
Program kerja literasi ustadzah berkisah adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari kamis setelah solat dhuhur. Dalam kegiatan ini, ustadzah yang bertugas akan mengisahkan salah seorang shahabiyat Nabi yang telah dipilihkan temanya oleh tim literasi SMP Tashfia.
- Readhaton
Readhaton adalah kegiatan membaca buku yang dilaksanakan bersama-sama oleh seluruh siswi SMP Tashfia Boarding School dan SMP Tashfia Fullday School. Pelaksanaan readhaton ini bertempat di kelas masing-masing atau di Masjid secara bersamaan. Setelah waktu readhaton selesai, maka perwakilan siswi akan me-review hasil bacaannya di depan kelas, dan dilanjutkan dengan kegiatan pengisian jurnal literasi.
- SLN
Program Sekolah Literasi Nasional merupakan program yang membantu sekolah untuk meningkatkan kompetensi siswa dan guru, serta menghasilkan karya dan proyek yang berdampak. Program ini juga membantu sekolah mempersiapkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam program ini, sekolah mendapatkan pengalaman dari aksi nyata dalam kegiatan literasi Baca-Tulis, Numerasi, dan Digital.
- Festival Literasi Sekolah (FSL)
Festival Literasi Sekolah adalah ajang bagi siswi dan guru untuk meningkatkan kemampuan serta minat baca dan tulis. Dalam kegiatan ini siswa dan guru akan berkompetisi dalam beberapa perlombaan. Khusus siswa, dilakukan penilaian juga terhadap atribut literasi di kelas masing-masing, seperti pohon geulis, jurnal literasi, serta pojok baca.
- Pohon Geulis
Pohon “geulis”, yang merupakan akronim dari Gerakan Literasi Sekolah, adalah media pembelajaran yang berbentuk pohon dan digunakan untuk meningkatkan minat baca, serta antusiasme peserta didik. Pohon ini akan berdaunkan review dari buku yang sudah selesai dibaca oleh masing-masing siswa. Kelas dengan pohon geulis yang semakin rindang,
- Pojok Baca
Pojok baca adalah rak buku yang terletak di sudut kelas dan berfungsi untuk meletakkan buku bacaan siswi yang dibawa dari rumah. Pojok baca ini dilengkapi dengan buku kontrol yang akan diisi oleh PJ Literasi kelas. Keindahan, kerapian, dan fungsional pojok baca akan dilakukan penilaian di akhir semester. Tujuan Pojok Baca adalah untuk mendukung pembiasaan membaca mandiri.